M. Nuril Murtadlo TUGAS (Musikalisasi puisi)
Tirakat di Pondok Angin malam berhembus pelan menyusup lewat jendela kecil kamar pondok . Di sudut ruangan , Rafi duduk memeluk lutut , memandang uang lima ribu rupiah yang terlipat rapi di tangannya . Hanya itu yang tersisa . Besok masih harus masuk kelas , masih harus beli fotokopian , dan perutnya sejak siang hanya diisi teh hangat. sedangkan jadwal sambangan masih satu minggu lagi . Rafi menghela napas. “Ya Allah… ” . Tapi wajahnya tetap tenang . Ia ingat pesan Kyai: “Santri itu tumbuh bukan karena kenyang , tapi karena doa dan tirakat .” Malam itu ia meng...
