Achmad Genta Maulana (puisi)

Di Ambang Awan

Langkah menderu di antara akar tua,

Menembus kabut yang memeluk rimbun rimba.

Napas terengah, beradu dengan sunyi,

Meninggalkan bising kota yang kian mati.


Tanah merah dan batu cadas menjadi saksi,

Tentang tekad yang enggan untuk berhenti.

Dingin menusuk, merayap hingga ke tulang,

Namun kobaran api di dada takkan hilang.


Satu langkah lagi,

Lalu dunia terbuka di bawah kaki.

Samudera awan membentang sejauh mata,

Melukis keagungan yang tak butuh kata.


Di puncak ini, aku hanyalah debu,

Kecil di hadapan semesta yang membisu.

Pulang nanti, aku bukan lagi yang tadi,

Sebab gunung telah menitipkan tenang di hati.

Komentar

Postingan Populer