Zahwa Maghfirah Ramadhani
SINOPSIS
Cerpen
ini menceritakan tentang kisah persahabatan antara tiga anak yaitu Aku, Dinda
dan Kinan. Persahabatan mereka bermula ketika Kinan pindah ke tempat tinggal
Aku dan Dinda. Gadis yang mereka kira hanya orang asing semata tak disangka akan
merakit hubungan kedekatan yang kompleks diantara mereka. Awalnya, mereka hanya
berkenalan seperti biasa, namun lama kelamaan hubungan mereka menjadi sangat
dekat. Mereka sering mengabiskan waktu bersama , bersepeda keliling kampung,
bercanda, menonton film, hingga berkumpul sambil menikmati makanan yang
sederhana. Di tengah persahabatan mereka yang hangat, terjadi kesalahpahaman
yang tak terduga yang membuat hubungan mereka sedikit renggang. Namun, layaknya
anak muda yang masih berkembang, mereka bersama sama menyelesaikan masalah
mereka. Mereka tak membiarkan hubungan yang terjalin begitu erat menjadi
renggang hanya karena sedikit kesalahpahaman. Tidak lama usai berbaikan, mereka
dihadapkan dengan keputusan terpahit yang mau tidak mau harus mereka ambil.
Karena keadaan mereka terpaksa harus terpisah. Sebelum mereka berpisah, mereka
memberikan kenang kenangan agar persahabatan mereka tetap dikenang.
Walaupun
kini tidak lagi bersama seperti dulu,
mereka tetap saling berkomunikasi. Cerita ini menggambarkan bahwa pertemanan di
masa muda penuh dengan kenangan berharga, meskipun pada akhirnya harus berpisah
karena keadaan
Kata
Kunci
Aku
Mentari Pagi
Dahan Pohon
Burung kecil
Embun
Kampung
Bersepeda
Tawa
Persahabatan
Rindu
Kenangan
Perpisahan
Waktu
Jejak
Yang Membekas
Zahwa
Maghfirah Ramadhani
Mentari pagi menyapa bumi
Menyelinap pelan di celah dahan
Kicau burung memecah sunyi
Menyentuh embun yang baru turun
Tawa itu masih terngiang
Di jalanan kampung yang kami lewati
Bersama roda sepeda yang berputar
Menjadi jejak kenangan yang membekas
Namun waktu tak selalu tinggal
Ada langkah yang harus pergi
Dan kenangan yang harus tersimpan
Di lubuk hati yang paling sunyi
Langit sore menjadi saksi
Ketika langkah harus berpisah arah
Cerita lama tetap tinggal
Hidup di dalam rasa yang hangat
Kini jarak memisahkan langkah
Namun tawa itu masih tinggal
Sebab persahabatan yang tulus
Tak akan pudar oleh jarak dan waktu
Struktur
Puisi
Struktur
Fisik:
a.
Diksi
Pada bait pertama: mentari pagi,
celah dahan, kicau burung, embun, tawa, kenangan, jarak, waktu
b.
Imaji(Citraan)
Penglihatan
:
-
Mentari pagi menyapa bumi
-
Menyelinap pelan di celah dahan
-
Menyentuh embun yang baru turun
Pendengaran:
-
Kicau burung memecah sunyi
-
Tawa itu masih terngiang
Perasa
-
Hidup di dalam rasa yang hangat
c.
Majas
Majas personifikasi: “Mentari pagi
menyapa bumi”, “Kicau burung memecah sunyi”
d.
Rima
/ Irama
Rima bebas
e.
Tipografi
Bentuk puisi tersusun dalam 5 bait
dan setiap bait terdiri dari 4 baris
Struktur
Batin
a.
Tema
Tema puisi ini adalah persahabatan
dan kenangan masa lalu
b.
Rasa
dan Perasaan Penulis
Perasaan yang muncul adalah bahagia
saat bersama teman dan sedih karena perpisahan
c.
Nada
Nada puisi bersifat lembut dan
penuh kenangan
d.
Amanat
Pesan yang disampaikan adalah persahabatan
yang tulus tidak akan hilang meskipun terpisah oleh jarak dan waktu
musikalisasi:
https://suno.com/s/VEpzL9kzSoHUnZve


Komentar
Posting Komentar