Tugas Akhir Bab Karya Ilmiah

Disusun Oleh :

  1. Diyah Ayu Puspitasari
  2. Sahda Nursakinah


Dampak Penggunaan Gadget Berlebihan terhadap Kesehatan Mata

Pendahuluan

A. Latar Belakang

Di zaman modern seperti sekarang, gadget telah menjadi bagian penting dalam kehidupan sehari-hari. Hampir semua kalangan, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa, menggunakan gadget untuk belajar, bekerja, bermain game, dan berkomunikasi. Kemudahan yang diberikan gadget membuat penggunaannya semakin meningkat setiap harinya.

Namun, penggunaan gadget yang terlalu lama dapat memberikan dampak negatif terhadap kesehatan, terutama kesehatan mata. Banyak remaja mengalami mata lelah, mata merah, hingga penglihatan kabur akibat terlalu sering menatap layar gadget. Kebiasaan menggunakan gadget tanpa memperhatikan waktu dan jarak pandang dapat memperburuk kondisi mata.

Oleh karena itu, penting untuk mengetahui dampak penggunaan gadget berlebihan terhadap kesehatan mata agar masyarakat dapat menggunakan gadget dengan lebih bijak dan menjaga kesehatan penglihatan.

B. Rumusan Masalah

1. Apa saja dampak penggunaan gadget berlebihan terhadap kesehatan mata?

2. Bagaimana cara menjaga kesehatan mata saat menggunakan gadget?

C. Tujuan Penelitian

1. Mengetahui dampak penggunaan gadget berlebihan terhadap kesehatan mata.

2. Mengetahui cara menjaga kesehatan mata akibat penggunaan gadget


 Isi

Pengertian Gadget

Gadget adalah perangkat elektronik modern yang memiliki berbagai fungsi, seperti komunikasi, hiburan, dan akses informasi. Contoh gadget yang sering digunakan adalah smartphone, laptop, tablet, dan komputer.

Dampak Penggunaan Gadget Berlebihan terhadap Mata

Penggunaan gadget secara berlebihan dapat menyebabkan berbagai gangguan pada mata. Salah satunya adalah mata lelah. Mata yang terus-menerus melihat layar akan bekerja lebih keras sehingga menimbulkan rasa pegal dan tidak nyaman.

Selain itu, penggunaan gadget terlalu lama juga menyebabkan mata kering. Hal ini terjadi karena pengguna gadget biasanya lebih jarang berkedip saat melihat layar. Akibatnya, mata menjadi perih dan terasa panas.

Dampak lainnya adalah penglihatan kabur dan sakit kepala. Cahaya dari layar gadget dapat membuat mata sulit fokus jika digunakan dalam waktu yang lama. Jika kebiasaan ini terus dilakukan, kesehatan mata dapat menurun.

Penggunaan gadget sebelum tidur juga dapat mengganggu kualitas tidur karena cahaya layar menghambat produksi hormon melatonin. Kurang tidur dapat menyebabkan mata terlihat lelah dan kesehatan tubuh menurun.

Cara Menjaga Kesehatan Mata

Beberapa cara yang dapat dilakukan untuk menjaga kesehatan mata antara lain:

1. Membatasi waktu penggunaan gadget.

2. Mengistirahatkan mata secara teratur.

3. Mengatur tingkat kecerahan layar gadget.

4. Menggunakan gadget di tempat dengan pencahayaan cukup.

5. Mengonsumsi makanan sehat yang mengandung vitamin A.

Dengan melakukan langkah-langkah tersebut, kesehatan mata dapat tetap terjaga meskipun sering menggunakan gadget.


 Penutup

Penggunaan gadget memberikan banyak manfaat bagi kehidupan sehari-hari, tetapi penggunaan yang berlebihan dapat berdampak buruk terhadap kesehatan mata. Gangguan seperti mata lelah, mata kering, dan penglihatan kabur sering terjadi akibat terlalu lama menatap layar. Oleh karena itu, masyarakat harus menggunakan gadget dengan bijak dan menjaga kesehatan mata agar terhindar dari berbagai gangguan penglihatan.


 Daftar Pustaka

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. 2021. Pentingnya Menjaga Kesehatan Mata. Jakarta.

WHO. 2020. Eye Health and Digital Device Use. Geneva.

Putri, A. 2022. Dampak Gadget terhadap Kesehatan Remaja. Surabaya: Pendidikan Nusantara.


Analisis Sistematika dan Kebahasaan

 1. Judul

 Judul : Dampak Penggunaan Gadget Berlebihan terhadap Kesehatan Mata

 Analisis:

- Judul jelas dan mudah dipahami.

- Sesuai dengan tema kesehatan dan gaya hidup.

- Menggunakan bahasa baku dan informatif.

- Jumlah kata tidak terlalu panjang.


 2. Awal (Pendahuluan)

 Isi Pendahuluan:

Pendahuluan menjelaskan perkembangan penggunaan gadget di kalangan remaja serta dampaknya terhadap kesehatan mata.

 Analisis:

- Berisi pengantar menuju topik utama.

- Memaparkan latar belakang masalah secara umum.

- Menjelaskan pentingnya menjaga kesehatan mata.

- Ditulis dengan bahasa yang jelas dan mudah dipahami.

- Panjang pendahuluan sesuai ketentuan, yaitu sekitar 1–2 paragraf.


 3. Isi (Pembahasan)

 Isi Pembahasan:

Membahas dampak penggunaan gadget berlebihan terhadap kesehatan mata, seperti mata lelah, mata kering, dan penglihatan kabur serta cara pencegahannya.

 Analisis:

- Pembahasan disampaikan secara runtut dan logis.

- Menggunakan fakta yang sesuai dengan topik pembahasan.

- Memuat solusi dan cara menjaga kesehatan mata.

- Menggunakan bahasa formal dan mudah dimengerti.

- Panjang pembahasan sesuai ketentuan, yaitu sekitar 2–3 paragraf.


 4. Akhir (Penutup)

 Isi Penutup:

Berisi kesimpulan mengenai dampak penggunaan gadget terhadap kesehatan mata dan ajakan menggunakan gadget secara bijak.

 Analisis:

- Menyimpulkan isi pembahasan.

- Memberikan saran untuk menjaga kesehatan mata.

- Ditulis secara singkat, padat, dan jelas dalam 1 paragraf.

- Menggunakan kalimat penutup yang mudah dipahami.


 5. Daftar Pustaka

 Analisis:

- Memuat sumber yang digunakan dalam penulisan karya ilmiah.

- Ditulis secara rapi dan urut.

- Menggunakan format sederhana karya ilmiah.

- Sumber sesuai dengan tema kesehatan dan teknologi.


Analisis Aspek Kebahasaan

 1. Penggunaan Bahasa Baku

Karya ilmiah menggunakan bahasa baku agar mudah dipahami dan tetap bersifat ilmiah.

 Contoh:

Benar = “Penggunaan gadget berlebihan dapat menyebabkan gangguan kesehatan mata.”

Salah = “Main gadget terlalu lama bikin mata rusak.”

 Analisis:

Bahasa yang digunakan formal, jelas, dan sesuai dengan penulisan karya ilmiah.


 2. Penggunaan Kalimat Efektif

Kalimat ditulis singkat, jelas, dan tidak bertele-tele.

 Contoh:

“Pengguna gadget perlu membatasi waktu penggunaan layar untuk menjaga kesehatan mata.”

 Analisis:

Kalimat langsung menuju inti pembahasan sehingga mudah dipahami pembaca.


 3. Penggunaan Konjungsi (Kata Hubung)

Konjungsi digunakan untuk menghubungkan gagasan antarkalimat dan antarparagraf.

 Contoh konjungsi: selain itu, oleh karena itu, namun, sehingga, dan kemudian.

 Analisis:

Konjungsi membuat alur tulisan menjadi runtut dan padu.


 4. Penggunaan Istilah Ilmiah

Terdapat istilah yang berkaitan dengan kesehatan mata dan teknologi.

 Contoh: gadget, kesehatan mata, cahaya biru, penglihatan kabur, mata kering.

 Analisis:

Istilah ilmiah digunakan secukupnya sehingga tulisan tetap mudah dipahami pembaca umum.


 5. Penggunaan Data dan Fakta 

Tulisan memuat informasi faktual untuk memperkuat pembahasan.

 Contoh:

“Penggunaan gadget terlalu lama dapat menyebabkan mata lelah dan menurunkan kualitas penglihatan.”

 Analisis:

Penggunaan fakta membuat karya ilmiah lebih meyakinkan dan ilmiah.


 6. Penggunaan Kata Persuasif

Karya ilmiah juga menggunakan kata-kata ajakan.

 Contoh:

“Masyarakat perlu menggunakan gadget secara bijak agar kesehatan mata tetap terjaga.”

 Analisis:

Kalimat persuasif bertujuan mengajak pembaca melakukan tindakan positif.


 Kesimpulan Analisis :

Karya ilmiah tentang “Dampak Penggunaan Gadget Berlebihan terhadap Kesehatan Mata” telah memenuhi struktur penulisan karya ilmiah, yaitu judul, pendahuluan, isi, penutup, dan daftar pustaka. Selain itu, aspek kebahasaannya juga sesuai karena menggunakan bahasa baku, kalimat efektif, istilah ilmiah, fakta pendukung, serta penyajian yang runtut dan mudah dipahami.

Komentar

Postingan Populer