Naskah (Achmad Genta Maulana, Faiqotul Himmah, Dwi Anggraini, Leony Dhea Anugrah, Aisyah Putri Nur Assyifa)
NASKAH DRAMA: “Gosip di Ruang Ganti”
Tokoh:
1. Desi (Kapten tim, tegas dan ambisius)
2. Tania (Setter, pendiam dan baik hati)
3. Rina (Pemain cadangan)
4. Siska (Pemain cadangan)
Anggota tim lain
---
Adegan 1: Ruang Ganti (Sebelum Final)**
(Semua pemain bersiap. Rina dan Siska berbisik di pojok.)
Rina (berbisik):
Eh, kamu tahu nggak? Katanya Tania sering bolos latihan malam.
Siska:
Iya, aku juga dengar. Katanya dia kerja di tempat aneh-aneh.
(Desi mendengar, wajahnya langsung serius.)
Desi (dalam hati):
Apa? Tania? Dia ngelakuin itu?
(Desi mendekati Tania yang sedang duduk sendiri.)
Desi (dingin):
Tania, aku dengar kamu punya masalah dengan prioritas.
Tania (kaget, pelan):
Maksudnya...?
Desi:
Kami semua latihan keras buat final. Tapi kamu malah sibuk urusan lain.
Kalau kamu nggak fokus, aku cadangkan kamu.
(Tania terdiam, menunduk, matanya berkaca-kaca.)
---
Adegan 2: Lapangan (Set Pertama)
(Pertandingan dimulai. Tania terlihat tidak fokus.)
Anggota tim:
Tania! Fokus!
(Tania salah umpan. Tim kalah poin demi poin.)
Wasit:
Set pertama dimenangkan oleh tim lawan!
(Tim terlihat kecewa.)
---
Adegan 3: Pinggir Lapangan (Istirahat)
(Tania duduk sendiri, menangis diam-diam.)
(Desi melihat, mulai merasa bersalah, lalu mendekat.)
Desi (pelan):
Tania… maaf. Sebenarnya… apa yang terjadi?
Tania (menahan tangis):
Aku nggak kerja di tempat aneh, Des…
(Semua mulai memperhatikan.)
Tania:
Aku kerja di panti jompo. Aku ngajarin baca tulis.
Uangnya buat operasi mata nenekku…
(Semua terdiam.)
Tania:
Aku nggak mau nyusahin kalian…
(Desi terlihat sangat menyesal.)
---
Adegan 4: Kesadaran Desi
(Desi berdiri di depan tim.)
Desi:
Teman-teman… aku salah.
Aku percaya gosip tanpa tanya langsung.
(Menunduk.)
Desi:
Aku sudah menyakiti Tania… dan merusak tim ini.
Reputasi orang itu seperti porselen… sekali pecah, susah diperbaiki.
(Menoleh ke Tania.)
Desi (tegas tapi tulus):
Tania, sekarang kamu yang pimpin.
Kamu adalah hati dari tim ini.
---
Adegan 5: Set Kedua (Kebangkitan)
(Pertandingan dimulai lagi. Tania terlihat lebih percaya diri.)
Anggota tim:
Ayo Tania!
(Tania memberi umpan sempurna.)
Desi (semangat):
Smash!
(Poin demi poin didapat.)
Wasit:
Set kedua dimenangkan SMA Kartika!
(Set penentuan berjalan dramatis.)
Wasit:
Dan pemenangnya… SMA KARTIKA!
(Semua bersorak.)
---
Adegan 6: Penutup (Panti Jompo)
(Desi dan Tania berada di panti jompo.)
Tania (tersenyum):
Ini tempat aku kerja.
Desi (tersentuh):
Aku bangga sama kamu, Tan.
(Desi ikut membantu mengajar.)
Desi:
Ternyata… menghormati orang lain itu lebih penting dari sekadar menang.
Tania (tersenyum):
Iya, Des.
(Lampu redup, suasana hangat.)
---
Pesan Moral:
Jangan mudah percaya gosip. Selalu cari kebenaran sebelum menilai seseorang, karena kata-kata bisa melukai lebih dalam dari yang kita kira.


Komentar
Posting Komentar