Anisatus Sholiha Almaghfirah (puisi)

 Kata Pilihan:

  • Sejuk
  • Suasana
  • Hangat
  • Tawa kecil
  • Ketegangan
  • Aroma
  • Kenangan
  • Kelezatan
  • Hati
  • Tulus


Puisi:

Namaku Naya,

dan liburan selalu datang

dengan angin sejuk desa pakis

yang memeluk halaman rumah nenek.


Di bawah pohon rambutan,

di samping kelinci yang berlarian 

ada suasana yang tak pernah berubah-

rumah kecil penuh cerita dan cinta.


Sore itu,

teh hangat mengepul di ruang tamu,

tawa kecil pecah di antara kisah cabai berubah 

dan lelah pekerjaan yang luruh perlahan.

Rumah nenek kembali hidup,

dipeluk waku yang terasa hangat.


Malam tiba-

aroma opor mengepul di udara.

Dua panci terhidang di meja,

dua rasa,

sedikit ketegangan terasa.


Kucicipi perlahan.

yang satu adalah kenangan,

yang lain keberanian rasa.


Akhirnya kupahami,

kelezatan sejati lahir dari hati

yang memasak dengan cinta tulus.



Struktur puisi :

  • Struktur Fisik
  1. Diksi (Pilihan kata): Menggunakan kata-kata indah dan bermakna seperti sejuk,hangat,aroma,kenangan,tulus
  2. Imaji (Citraan)
Penciuman: aroma opor mengepul
Perasaan: ketegangan terasa
Penglihatan: dua panci terhidang di meja.
    
      3. Rima/Irama: Bebas (tidak terikat pola sajak tertentu).


       4. Tipografi: Bentuk bait pendek dan sederhana untuk menegaskan suasan hangat dan intim


  • Struktur Batin


1. Tema: Kehangatan keluargan dan makna kebersamaan


2. Rasa (Perasaan Penyair): Rindu,haru,dan bahagia.


3. Nada: Lembut dan penuhh kehangatan


4. Amanat: Kebahagiaan sejati bukan pada rasa makanan,melainkan pada cinta dan ketulusan keluarga.






Anisatus Sholiha Al-maghfiroh 

  XI-2

Komentar

Postingan Populer