Robiatun Nikmah Al Auliyah (puisi)

 TUGAS BAB 5

Oleh: Robijatun Nikmah Al Auliyah XI-2


Sinopsis Singkat


Cerpen Putus atau Terus? menceritakan Aliya, seorang santri berprestasi yang dihadapkan pada pilihan sulit antara melanjutkan mondok atau bersekolah di sekolah negeri favorit demi memenuhi harapan ayahnya. Setelah melalui proses tes yang penuh tekanan dan kebimbangan, Aliya dinyatakan tidak lolos seleksi. Dengan dukungan ibu dan nasihat gurunya, Aliya akhirnya mantap memilih melanjutkan mondok dan bersekolah di madrasah, karena yakin keputusan tersebut adalah yang terbaik untuk masa depannya.


Tema


Kebimbangan dalam menentukan pilihan hidup dan pendidikan.


Amanat


Setiap keputusan hidup harus dipertimbangkan dengan matang dan dijalani dengan penuh tanggung jawab. Pilihan terbaik bukan ditentukan oleh gengsi atau keinginan orang lain, melainkan oleh keyakinan diri dan kesiapan menjalaninya..


Tokoh dan Penokohan


Aliya: tokoh utama, rajin, berprestasi, pemalu, mudah bimbang, tetapi bertanggung jawab.


Adi (Ayah Aliya): tegas, penuh harapan terhadap anak, peduli masa depan Aliya.


Ani (Ibu Aliya): penyayang, bijaksana, suportif, memberi kebebasan pada anak.


Bu Dwi (Kepala Sekolah): bijak, menenangkan, memberi nasihat objektif.


Bu Nyai Nisa & Ning Ayu: religius, memberi pandangan tentang pentingnya ilmu agama.


Latar


Tempat: MTs Miftahul Ulum, MAN II Kota Malang, pondok pesantren, rumah paman.


Waktu: masa menjelang dan setelah tes masuk sekolah.


Suasana: cemas, bimbang, harap, lega.


Kata Pilihan


pilihan, harapan ayah, tes, tekanan, kebimbangan, tidak lolos, dukungan ibu, nasihat guru, mantap, masa depan.


Puisi


Di Persimpangan Pilihan

Di persimpangan pilihan, aku berhenti

Terguncang oleh bisik kebimbangan yang lembut 

Harapan ayah bagai cahaya di kejauhan

Menuntun langkah tanpa menjawab semua pertanyaan

Tes dan tekanan menyelimuti waktu 

Detik-detik berjalan bagai menahan napas senyap 

Doa terucap lirih di sela kegelisahan 

Antara takut tidak lolos dan ingin membahagiakan.

Di balik ragu itu, ada tangan hangat yang menuntun 

Dukungan ibu, nasihat guru, membisikkan ketenangan.

Kini aku mantap menapaki jalan sendiri

Memilih langkah yang menumbuhkan iman

Bukan demi gemerlap pujian 

Tetapi karena di sanalah, masa depan menunggu


MUSIKALISASI PUISI

https://suno.com/s/LolQefWfFqOeGYFq

Komentar

Postingan Populer