Muhammad attar al birqi - resensi buku

Resensi Buku: Majnun, Sejak Berjumpa Layla

 

Identitas Buku :

·  Judul: Majnun, Sejak Berjumpa Layla

·  Penulis: Candra Malik

·  Penerbit: Penerbit Buku Kompas (PBK)

·  Tahun Terbit: 14 Maret 2019

·  ISBN: 978-602-412-666-7

·  Jumlah Halaman: 249 Halaman

·  Kategori: Novel Tasawuf

Gambaran Umum dan Tema Utama :

Novel "Majnun, Sejak Berjumpa Layla" adalah karya Candra Malik yang melanjutkan eksplorasi tema cinta dan spiritualitas dalam bingkai tasawuf. Buku ini adalah kelanjutan dari novel sebelumnya, "Layla, Seribu Malam Tanpamu".

Novel ini berpusat pada tokoh bernama Lail (yang kemudian didaulat menjadi Majnun, sosok yang terobsesi karena cinta) yang jatuh cinta pada pandangan pertama kepada Layla (Nel Layla Amor). Di tengah kegamangan tentang belahan jiwanya yang hilang, Lail juga dihadapkan pada tugas berat untuk menjadi penerus mursyid-nya, Abah Suradira.

Novel ini bukan sekadar kisah cinta romantis biasa, melainkan adonan lengkap yang memadukan percintaan, romantisme, pengembaraan batin, dan ajaran keislaman (tasawuf).

Poin-Poin Utama Cerita :

● Cinta yang Membingungkan: Lail, yang kemudian menjadi Majnun, merasakan getaran cinta yang kuat terhadap Layla, namun ia juga diselimuti misteri besar mengenai Layla yang menghilang.
● Pengangkatan Spiritual: Sepeninggal gurunya, Abah Suradira, Lail harus mengemban amanah sebagai penerus. Ini membawa Lail pada perjalanan spiritual yang mendalam, perjumpaan dengan guru-guru spiritual baru, dan pengalaman-pengalaman batin yang menuntunnya.
● Misteri dan Tokoh Baru: Kehadiran tokoh-tokoh baru, seperti Kahyunira dan Kheylia (yang tidak ada dalam novel sebelumnya), diduga akan membuka tabir rahasia di antara Lail dan Layla.
● Perjalanan Tasawuf: Alur cerita sarat dengan dimensi ketasawufan yang otentik. Penulis menyajikan perdebatan filosofis dan alur yang kompleks—menggabungkan masa kini dan kilas balik (flashback) tragedi sebelumnya—yang khas dengan gaya penulisan Candra Malik.

Keunggulan Buku :

1. Adonan Cerita yang Kaya: Novel ini berhasil meramu kisah cinta yang indah dengan ajaran Islam dan sufisme. Cinta duniawi dijadikan pintu gerbang menuju cinta Ilahi (mahabbah).
2. Diksi yang Indah dan Puitis: Candra Malik dikenal dengan diksinya yang memikat, menghadirkan kidung-kidung cinta yang menenangkan hati dan memperkaya nuansa sastra dalam buku.
3. Karakterisasi yang Mendalam: Penggambaran tokoh terasa nyata, membuat pembaca dapat ikut merasakan pergolakan emosi dan spiritual yang dialami Lail.
4. Pesan Moral Universal: Kaya akan pesan moral dan hikmah yang penting, tidak hanya bagi umat Islam, tetapi bagi seluruh umat beragama.

Kesimpulan :

"Majnun, Sejak Berjumpa Layla" adalah novel tasawuf yang berhasil membawa kisah legendaris Layla dan Majnun ke dalam konteks spiritual modern. Buku ini menawarkan lebih dari sekadar romansa; ia adalah ajakan untuk berpetualang ke dalam diri, mencari makna cinta sejati, dan menjalani hidup dengan kesadaran spiritual. Cocok dibaca bagi Anda yang mencari bacaan dengan alur yang unik, bahasa yang indah, dan kaya akan nilai-nilai tasawuf.

Nama: Muhammad Atar Al-Birqi

Kelas: XI-2

Judul: Resensi Buku

 

 

Komentar

Postingan Populer