Ulin Niqmatin (teks cerpen)

 Datangnya Sebuah Kesuksesan 

Awan begitu gelap yang menandakan hujan akan segera turun dengan lebatnya . burung burung mulai berterbangan untuk mencari tempat berteduh . pada hari ini, ia harus segera memutuskan sesuatu yang selama ini mengganggu tidurnya dan membuat hatinya gelisah. apakah ia harus menuruti keinginan orang tuanya atau tetap pada pilihannya.

Melihat burung yang berterbangan . baginya, hal itu adalah motivasi untuk dirinya dalam mencapai cita-citanya. Namun, ayahnya menganggap bahwa pilihan itu bukanlah pilihan yang tepat bagi masa depannya.

“ayah hanya ingin kamu tidak salah dalam pilihan masa depan kamu,” kata ayahnya malam tadi. “jadi pilot itu bagus, tapi masa depan kamu bukan di situ,”

Berisik rintik hujan tidak bisa menjadi jawaban atas pikirannya . kata-kata ayahnya terus terngiang ngiang sepanjang malam.

Saat ia sedang termenung di tempat duduknya, seseorang titi-tiba memanggil, “ hei, kamu dari tadi kok ngelamun terus sih, ada masalah apa?”

Fibbah, teman sebangkunya mendekat sambil membawa makanan yang dia bawa dari kantin. “bentar–bentar biar aku tebak, kamu pasti lagi mikirin pacar kamu ya?,”kata fibbah.

“enak aja, aku tuh lagi mikirin masa depan aku,”. Katanya . “iaa, masa depan kamu sama pacar kamu kan??,”kata fibbah lagi.

Temannya yang lain berkata “kamu tuh kalau ada temannya lagi sedih kasih solusi dong, bukannya malah bercanda, kasian tuh,”. “ iya iya , cerewet banget sih,”.

“emangnya, kamu lagi ada masalah apa sih?,”kata zee . ia berkata “kemarin aku debat sama ayah aku. Soalnya, ayah aku gak ngedukung aku buat jadi pilot, ayah aku inginnya aku jadi dokter,”.

“ya gak papa dong key , kamu kan pinter,”. Kata fibbah. “tapi kan aku gak suka, jadi dokter itu konsekuensinya besar banget loh,”.

“kamu tahu key,”lanjut zee,”kakak sepupuku juga dokter loh , dulu dia ingin jadi atletik, dia juga pernah berdebat dengan orang tuanya seperti kamu sekarang, tapi pada akhirnya dia menurunkan egonya dan menuruti keinginan orang tuanya. Dia bilang “ pilihan orang tua bukanlah pilihan yang buruk dan apa yang di inginkan oleh orang tua disitulah terdapat ridho allah swt. “

Hujan kembali turun, tetapi tidak selebat kemarin malam. Tetesan air yang jatuh di jendela kelas seakan-akan menjadi cermin jawaban untuknya.

“bener banget tuh key, lagian setiap pekerjaan juga memiliki konsekuensi masing-masing, bukan berarti menjadi pilot tidak ada konsekuensinya kan?,”celetuk fibbah.

“baiklah, nanti akan aku bicarakan baik-baik dengan ayahku, makasih udah ngasih aku sedikit solusi,”. Katanya .”no problem, we are true friends,”kata temannya bersama-sama.

Malamnya, key menemui ayahnya. tubuhnya terasa menggigil, tapi bukan karena angin malam yang behembus melainkan rasa sunyi yang menyelimuti keduanya.

“yah, aku mau bilang sesuatu ke ayah,”. key memberanikan diri untuk memulai pembicaraan.

selang beberapa detik, hanya terdengar suara dehaman dari ayahnya yang duduk di kursi santainya sambil membaca Koran dan menyesap kopi hangatnya. lalu ia memberanikan diri untuk melanjutkan ucapannya.”yah aku mau jadi dokter,”.ucapnya to the point.

Ayahnya yang mendengar hal itu langsung berdiri dan menghampiri anaknya. Dia berkata “apakah kamu sudah memikirkan baik-baik hal ini, ayah tidak mau kamu terpaksa menjadi dokter karena keinginan ayah, sehingga suatu saat kamu terbebani dengan hal ini,”.

“tidak ayah, aku sudah memikirkannya,”lanjut key,”tapi aku mempunyai permintaan yah”. “katakan, apa yang kamu inginkan nak?”.

Sebelum key mengatakannya, Key menarik napas dalam-dalam lalu membuangnya secara perlahan. “yah, aku memang sudah memutuskan untuk menjadi dokter, tapi izinkanlah aku untuk kuliah di luar negeri, aku sangat mengininkannya,”. Kata key dengan sedikit takut.

Ayah key memegang pundak anaknya sambil berkata, “baiklah nak, jika itu yang kamu inginkan, ayah akan mengizinkanmu untuk kuliah di luar negeri, do’a ayah akan selalu menyertaimu,”.

“terimakasih ayah, selama ini ayah sudah berusaha memberikan pendidikan yang terbaik untukku dan ayah sudah membimbingku di jalan yang benar,”katanya sambil meneteskan air mata.

“tidak apa nak, ini sudah menjadi kewajiban seorang ayah dalam menafkahi dan memenuhi kebutuhan anaknya, ayah tidak bisa memberikan kamu lebih dari ini, semoga perjalananmu dimudahkan oleh allah swt.”lanjut ayahnya,”jangan lupa untuk selalu berdo’a dan belajar, karena kedua hal itu merupakan kunci dari kesuksesan, dan ingatlah bahwa sesuatu itu akan ada ujiannya, meskipun tidak berbentuk sebuah tulisan, semakin kamu bertambah dewasa maka semakin besar tanggung jawab yang kamu miliki.”ucap ayahnya panjang lebar.

Ia langsung memeluk ayahnya dan menangis dalam dekapan ayahnya . angin malam yang dingin terasa hangat dalam kamar itu. key merasa bahwa apa yang sudah ia lalui hari ini terasa begitu panjang dan tidak akan pernah ia lupakan .

Komentar

Postingan Populer