Diyah Ayu (Teks Cerpen)
Liburan Terakhir di Masa Putih Biru
Liburan akhir semester akhirnya tiba, sekolahku mengadakan study tour untuk siswa-siswi kelas sembilan. Liburan semester kali ini terasa berbeda, karena ini adalah masa-masa terakhirku di SMP. Sejak pagi aku sudah sibuk dengan barang-barang bawaanku, aku takut jika ada yang tertinggal nantinya. Setelah memastikan barang bawaanku semuanya lengkap, aku memutuskan untuk berangkat menuju sekolah. Sesampainya di sekolah aku segera mencari teman-temanku, ternyata mereka sedang berada di depan kelas kami. Aku lihat halaman sekolah sudah dipenuhi dengan bus-bus yang siap membawa kami berangkat ke Yogyakarta. Tak lama ada pengumuman dari bapak ibu guru bahwa kita harus segera menuju bus.
Aku bersama teman-temanku yaitu Rani, Chesya, Alda dan Aisyah segera berlari menuju bus, kami menempati bus 3. Setelah menunggu beberapa menit akhirnya bus kamipun berangkat menuju Yogyakarta. Suasana di dalam bus saat itu sangat ramai, ada yang mendengarkan musik, bercanda, makan camilan dan Rani dia sedang sibuk memotret pemandangan bagus di balik kaca.
Beberapa jam kemudian akhirnya kita sampai di destinasi pertama yaitu, Candi Borobudur. Sesampainya disana guru-guru sibuk menghitung siswa, sementara para pedagang sudah tersenyum-senyum melihat romongan dari sekolahku. Kami berlima mulai menaiki tangga Candi. Setiap beberapa langkah Alda selalu mengeluh sambil tertawa, "capek banget nih, siapa sih yang buat Candi ini? Kok tinggi banget!"
Rani menjawab sambil memotret pemandangan, "Ya kalo ga tinggi fotonya gak aesthetic."
Ketika akhirnya mencapai puncak, anginberhembus lembut dan pemandangan perbukitan hijau mulai terlihat Lalu momen favorit kami tiba yaitu foto angkatan. Tidak hanya foto satu angkatan tapi kami berlima juga berfoto sendiri, Rani pun memotret kamis dengan latar Candi Borobudur. "Kalau nanti kita beda sekolah, jangan berubah ya." Kami semua pun berteriak, "JANJI."
Dari Borobudur, bus melaju menuju Pantai Parangtriris. Sepanjang perjalanan, langit mulai mendung. Setelah menunggu beberapa waktu akhirnya kami sampai di Pantai Parangtritis. Kami pun segera turun dari bus, angin dingin langsung menembus bajuku. Ombak terlihat tinggi dan awan gelap tanda hujan sudah dekat.
"Duh gagal sunset....." Gumam Alda sambil mengkerutkan keningnya.
Kami berlima berdiri didekan bibir pantai, menatap besarnya ombak. "Walaupun mendung tapi tetap cantik sih." Kata Aisyah. "Cantik banget. Kalau hujan, yang penting lari bareng" timpal Chesya sambil tertawa. Tiba-tiba rintik hujan turun, tidak deras tetapi cukup membuat para siswa berseru heboh. Kamipun segera berlari menuju bus dan melanjutkan perjalanan ke Malioboro.
Langit seketika berubah gelap total ketika kami tiba di Jalan Malioboro. Lampu-lampu kuning memantul di trotoar yang basah setelah hujan. Siasana langsung ramai, jalanan dipenuhi siswa angkatan ku yang menyebar seperti pasukan semut. Rani memotret apa saja yang ia lewati, "nanti aku bikin galeri foto angkatan!" Serunya
Alda langsung membeli topi lucu warna kuning, kemudian memasangnya sambil berjalan. Aisyah membeli bakpia untuk ibunya, sementara Chesya mencatat waktu di ponsel takut kami terlambat kembali ke bus. Aku sendiri berhenti sejenak di dekat penjual gelang gelang kayu, aku membeli 5 gelang kecil yang identik.
"Buat apa?" Tanya Rani.
"Buat kita berlima," jawabku sambil membagikan nya.
Mereka terdiam sejenak senyum kecil muncul di wajah teman-temanku. Ini mungkin oleh-oleh paling sederhana, tapi terasa paling bermakna. Ketika waktu kumpul tiba kami kembali ke bus, tidak ada yang menginap jadi setelah ini kami langsung pulang menuju kota Malang. Lampu-lampu kota Jogja terlihat seperti bintang kuning yang perlahan memudar.
Aku menatap teman-temanku, perjalanan ini tidak sempurna, mendung, angin, dingin, kaki pegal, tempat ramai dan sunset yang gagal, tapi justru karena itu semuanya perjalanan ini terasa nyata. Ketika bus menuju menjauh dari Jogja aku sadar inilah liburan terakhir kami sebagai suatu angkatan, setelah ini kami akan berjalan masing-masing. Hari itu dengan tawa, lelah, dan kebersamaan yang hangat aku selalu mengikatnya pada suatu kenangan yang tidak akan pernah hilang.
Analisis Cerpen
- Tema : Persahabatan
- Tokoh dan penokohan
- Aku : Mudah tersentuh
- Rani : Ceria, suka memotret
- Chesya : Perhatian
- Aisyah : Tenang
- Alda : Humoris
- Alur : Alur maju
- Latar
- Latar Tempat : Halaman sekolah, Pantai Parangtritis, dan Malioboro.
- Latar Waktu : Pagi hari, Siang hari, Sore hari dan Malam hari.
- Ceria dan ramai saat di bus, Kagum saat di puncak Borobudur, Mendung dan sedikit kecewa di Pantai Parangtritis, Semangat dan Meriah di Malioboro dan Haru di saat perjalanan pulang.
- Sudut pandang : orang pertama (aku)
- Amanat :
- Hargai setiap kebersamaan, karena waktu tidak bisa diulang.
- Persahabatan akan tetap hidup meski langkah membawa kita ke tempat berbeda.
- Keindahan tidak selalu datang dari hal sempurna, kadang momen sederhana justru paling berkesan.


Komentar
Posting Komentar