Tugas Akhir bab karya ilmiah
Efektivitas Penggunaan Aplikasi Dompet Digital (E-Wallet) terhadap Perilaku Konsumtif Generasi Z
Awal (Pendahuluan)
Pada era digital saat ini, perkembangan teknologi finansial (fintech) telah mengubah sistem diberbagai jenis layanan keuangan, mulai dari sistem pembayaran, peminjaman, investasi, hingga asuransi. Hal ini mempengaruhi kebiasaan masyarakat yang awalnya melakukan pembayaran dengan tunai menjadi nontunai melalui aplikasi dompet digital (e-wallet), seperti GoPay, OVO, Dana, dan ShopeePay. Kemudahan transaksi, kecepatan, dan berbagai promo menarik yang ditawarkan platfrom ini membuat adopsi e-wallet berkembang sangat pesat.
Generasi Z (lahir 1997-2012) yang tumbuh dan berkembang di era digital merupakan pengguna paling aktif dari teknologi ini. Bagi mereka, e-wallet telah menjadi bagian dari gaya hidup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari maupun hiburan. Namun, kemudahan transaksi nontunai dan sifat transaksi yang tidak melibatkan uang fisik sering kali mengaburkan kesadaran dalam berbelanja.
Kondisi tersebut berpotensi memicu perilaku konsumtif pada Generasi Z , yaitu kecenderungan membeli barang atau jasa secara berlebihan demi kepuasan emosional sesaat atau gengsi, bukan berdasarkan kebutuhan pokok. Oleh karena sebab itu, penelitian ini dilakukan untuk mempelajari lebih dalam melalui judul “Efektivitas Penggunaan Aplikasi Dompet Digital (E-Wallet) terhadap Perilaku Konsumtif Generasi Z”.
Isi (Pembahasan)
Generasi Z menggunakan e-wallet (seperti GoPay, OVO, Dana) dengan frekuensi yang tinggi, rata-rata 3-5 kali dalam seminggu. Transaksi didominasi oleh belanja daring (online shopping), mulai dari pembelian makanan maupun minuman, pakaian, hingga produk digital yang lain. Bagi mereka, e-wallet telah menjadi kebutuhan utama dalam akto ekonomi karena faktor kepraktisannya.
Tingkat perilaku konsumtif Generasi Z tergolong cukup tinggi, yang ditandai oleh:
Pembelian Spontan (Impulsive Buying): Membeli barang secara tiba-tiba tanpa perencanaan.
Gaya Hidup dan Tren: Lebih mengutamakan keinginan (seperti kopi kekinian atau pakaian tren) demi gengsi sosial daripada kebutuhan pokok.
Daya Tarik Promo: Sangat sensitif terhadap stimulus berupa diskon, cashback, dan gratis ongkos kirim.
Kemudahan transaksi digital memicu fenomena cashless effect, di mana psikologi “rasa kehilangan uang” (pain of paying) berkurang karena tidak melibatkan fisik uang tunai. Kemudahan e-wallet seperti sistem pindai kode QR dan integrasi instan dengan aplikasi belanja memmangkas waktu berpikir konsumen. Akibatnya kontrol diri melemah dan kesadaran akan total pengeluaran berkurang. Dapat disimpulkan bahwa kemudahan dan efektivitas teknologi e-wallet berpengaruh positif dan signifikan dalam meningkatkan perilaku konsumtif Generasi Z.Akhir (Penutup)
Permasalahan teknologi finansial (fintech) dibidang ekonomi harus menjadi perhatian bersama. Melalui kebiasaan sederhana, seperti menabung, membuat Rencana Anggaran Belanja (RAB), dan mengurangi penggunaan nontunai, dengan seperti itu sifat atau kebiasaan konsumtif pada Generasi Z dapat ditekan. Oleh karena itu, seluruh warga negara terutama dimulai dari orang tua perlu bekerja sama dalam membangun sifat perekonomian yang sehat agar tercipta ekonomi yang sehat pula.
Daftar Pustaka
Ananda, R., & Saputra, M. (2023). Pengaruh kemudahan transaksi dompet digital terhadap perilaku impulsive buying pada generasi muda. Jurnal Riset Manajemen dan Bisnis, 8(2), 142-151.
Mano, H. D., & Setiawan, B. (2022). Analisis cashless effect: Menguji hubungan antara pain of paying dan penggunaan e-wallet pada mahasiswa. Jurnal Psikologi Keuangan, 4(1), 33-42.
Pratiwi, A. D. (2024). Perilaku konsumtif generasi Z: Dampak fitur promo dan kemudahan sistem pembayaran digital ShopeePay dan Dana. Jurnal Ilmiah Ekonomi Digital, 3(3), 210-221.
Saraswati, K., & Utami, T. (2023). Fenomena FOMO (fear of missing out) dan pengaruhnya terhadap preferensi belanja daring produk tren. Jurnal Studi Perilaku Konsumen, 6(2), 85-94.
Wardani, S. K. (2021). Manajemen keuangan dan literasi digital untuk generasi z. Pustaka Akademika.
Analisis Sistematika dan Kebahasaan:
Judul
Judul: Efektivitas Penggunaan Aplikasi Dompet Digital (E-Wallet) terhadap Perilaku Konsumtif Generasi Z.
Analisis: Judul yang kamu pilih sangat layak dan terukur.
Memenuhi syarat karya ilmiah yang baik.
Strukturnya jelas.
Landasan teorinya (cashless effect) sudah mapan di dunia akademik.
Penentuan subjeknya sangat kontekstual dengan zaman sekarang.
Awal (Pendahuluan)
Isi Pendahuluan:
Pendahuluan menjelaskan masalah perkembangan teknologi finansial (fintech) diberbagai sistem perekonomian serta pentingnya kesadaran sifat konsumtif dalam berbelanja.Akhir (Penutup)
Permasalahan teknologi finansial (fintech) dibidang ekonomi harus menjadi perhatian bersama. Melalui kebiasaan sederhana, seperti menabung, membuat Rencana Anggaran Belanja (RAB), dan mengurangi penggunaan nontunai, dengan seperti itu sifat atau kebiasaan konsumtif pada Generasi Z dapat ditekan. Oleh karena itu, seluruh warga negara terutama dimulai dari orang tua perlu bekerja sama dalam membangun sifat perekonomian yang sehat agar tercipta ekonomi yang sehat pula.
Daftar Pustaka
Ananda, R., & Saputra, M. (2023). Pengaruh kemudahan transaksi dompet digital terhadap perilaku impulsive buying pada generasi muda. Jurnal Riset Manajemen dan Bisnis, 8(2), 142-151.
Mano, H. D., & Setiawan, B. (2022). Analisis cashless effect: Menguji hubungan antara pain of paying dan penggunaan e-wallet pada mahasiswa. Jurnal Psikologi Keuangan, 4(1), 33-42.
Pratiwi, A. D. (2024). Perilaku konsumtif generasi Z: Dampak fitur promo dan kemudahan sistem pembayaran digital ShopeePay dan Dana. Jurnal Ilmiah Ekonomi Digital, 3(3), 210-221.
Saraswati, K., & Utami, T. (2023). Fenomena FOMO (fear of missing out) dan pengaruhnya terhadap preferensi belanja daring produk tren. Jurnal Studi Perilaku Konsumen, 6(2), 85-94.
Wardani, S. K. (2021). Manajemen keuangan dan literasi digital untuk generasi z. Pustaka Akademika.
Analisis Sistematika dan Kebahasaan:
Judul
Judul: Efektivitas Penggunaan Aplikasi Dompet Digital (E-Wallet) terhadap Perilaku Konsumtif Generasi Z.
Analisis:
Judul yang kamu pilih sangat layak dan terukur.
Memenuhi syarat karya ilmiah yang baik.
Strukturnya jelas.
Landasan teorinya (cashless effect) sudah mapan di dunia akademik.
Penentuan subjeknya sangat kontekstual dengan zaman sekarang.
Awal (Pendahuluan)
Isi Pendahuluan:
Pendahuluan menjelaskan masalah perkembangan teknologi finansial (fintech) diberbagai sistem perekonomian serta pentingnya kesadaran sifat konsumtif dalam berbelanja.Analisis:
Menjelaskan lanskap umum perkembangan teknologi finansial (fintech) secara global dan pergeseran budaya transaksi dari tunai ke nontunai (cashless society).
Teks ini sudah kokoh karena memiliki jembatan logika yang runtut antarparagraf.
Telah memenuhi standar bahasa Indonesia baku yang bersifat formal, objektif, dan denotatif (makna lugas), sehingga sangat siap untuk dilampirkan dalam karya ilmiah resmi.
Isi (Pembahasan)
Isi Pembahasan:
Membahas penyebab perilaku konsumtif Generasi Z saat menggunakan e-wallet dan solusi mudah untuk mengatasinya.
Analisis:
Teks ini sudah ideal karena tidak sekadar menampilkan data, tetapi sukses mengawinkan data lapangan dengan teori ilmiah.
Teks ini sudah objektif.
Dan bersih dari kesalahan ketik (typo) maupun kerancuan logika kalimat. Tulisan ini sudah sangat siap untuk digunakan.
Akhir (Penutup)
Isi Penutup:
Berisi simpulan dan ajakan untuk tidak berbudaya konsumtif dalam kebutuhan setiap hari.
Analisis:
Sistematika draf ini sudah konsisten dan taat asas.
Alurnya bergerak dari Identifikasi Masalah Kembali → Solusi Mikro (Tindakan Individu) → Solusi Makro (Peran Lingkungan/Orang Tua).
Daftar Pustaka
Analisis:
Memuat sumber yang digunakan dalam penulisan.
Ditulis secara urut dan rapi.
Menggunakan format penulisan sederhana karya ilmiah.
Analisis Aspek Kebahasaan:
1.Penggunaan Bahasa Baku
Karya ilmiah populer menggunakan bahasa baku agar mudah dipahami dan tetap ilmiah.
Contoh:Benar = “Pada era digital saat ini, perkembangan teknologi finansial (fintech) telah mengubah sistem di berbagai jenis layanan keuangan, mulai dari sistem pembayaran, peminjaman, investasi, hingga asuransi.”
Salah = “Pada era digital saat ini, perkembangan teknologi finansial (fintech) telah mengubah sistem diberbagai jenis layanan keuangan, mulai dari sistem pembayaran, peminjaman, investasi, hingga asuransi.”
2. Penggunaan Kalimat Efektif
Kalimat ditulis singkat, jelas, dan tidak bertele-tele.
Contoh:
“Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mempelajari lebih dalam fenomena tersebut melalui judul...”
Analisis:
Kalimat langsung menuju inti pembahasan sehingga mudah dipahami pembaca.
3. Penggunaan Konjungsi (Kata Hubung)
Konjungsi digunakan untuk menghubungkan gagasan antar kalimat dan antar paragraf.
Contoh Konjungsi:
“...seperti GoPay, OVO, Dana, dan ShopeePay.”
Analisis:
Konjungsi membuat alur tulisan menjadi runtut dan padu.
4. Penggunaan Istilah Ilmiah
Terdapat istilah yang berkaitan dangan sifat konsumtif dan perekonomian masa kini.
Contoh: Teknologi Finansial (Fintech), Dompet Digital (E-Wallet), Platform.
Analisis:
Istilah ilmiah digunakan secukupnya sehingga tulisan tetap mudah di pahami masyarakat umum.
5.Penggunaan Data dan Fakta
Tulisan memuat informasi faktual untuk memperkuat pembahasan.
Contoh:
“Generasi Z (lahir 1997-2012)...”
Analisis:
Ini adalah data demografi yang valid secara akademis. Dengan mencantumkan angka tahun 1997-2012, kamu memberikan batasan data yang jelas tentang siapa saja yang menjadi objek dalam penelitianmu, sehingga penguji tahu respondenmu berada di kisaran usia berapa saat ini.
6.Penggunaan Kata Persuasif
Karya ilmiah populer juga menggunakan kata-kata ajakan.
Contoh:
“...perkembangan teknologi finansial (fintech) telah mengubah sistem di berbagai jenis layanan keuangan...”
Analisis:
Kalimat persuasif bertujuan mengajak pembaca melakukan tindakan positif.
Kesimpulan Analisis:
Karya tulis ilmiah ini sudah memiliki keterpaduan yang utuh (koheren) antara masalah yang diangkat, landasan teori yang melandasi, hingga solusi yang ditawarkan. Dengan tata kebahasaan yang sudah disempurnakan, draf ini sudah sangat layak, kredibel, dan siap untuk dipresentasikan atau dikumpulkan sebagai tugas akademik resmi.
Nama: Muhammad Atar al-Birqi dan Muhammad Faiz Ubaidillah
Kelas: XI-2


Komentar
Posting Komentar